Penentuan awal Ramadhan tahun ini sepertinya tidak akan menimbulkan perbedaan di wilayah Indonesia. Begitu juga dengan penentuan awal Ramadhan di beberapa wilayah di dunia Islam karena sebagian besar jazirah Arab, Afrika, dan India akan berada dalam satu wilayah penampakan hilal pada saat akhir bulan Sya’ban. Demikian juga disebutkan oleh dua ormas Islam terbesar di Indonesia yakni Muhammadiyah dan NU yang kemungkinan tidak akan terjadi perbedaan dalam penetapan awal bulan Ramadhan. Awal bulan ramadhan itu akan jatuh pada tanggal 22 Agustus 2009.
Perhitungan dengan menggunakan perangkat lunak Accurate Times 5.1 yang dibuat oleh Muhammad Odeh menunjukkan bahwa konjungsi Bulan dan Matahari untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya terjadi pada tanggal 20 Agustus 2009 pukul 17:02 WIB. Kondisi ini mengakibatkan Bulan tidak mungkin terlihat pada saat Matahari terbenam tanggal 20 Agustus karena Bulan sudah berada di bawah ufuk. Untuk tanggal 21 Agustus 2009, Matahari tenggelam pada pukul 17:54 WIB, sedangkan Bulan tenggelam pada pukul 18:44 WIB. Artinya, pada saat Matahari tenggelam tanggal 21 Agustus, Bulan masih berada di atas ufuk dan telah berumur 24 jam 52 menit atau lebih dari satu hari. Keadaan ini menyebabkan Bulan sangat mungkin dapat terlihat jelas dengan menggunakan mata telanjang.
Perbandingan visibilitas Bulan antara tanggal 20 dan 21 Agustus 2009 dapat dilihat pada gambar berikut:
Visibilitas hilal tanggal 20 Agustus 2009
Visibilitas hilal tanggal 20 Agustus 2009
Visibilitas hilal tanggal 21 Agustus 2009
Visibilitas hilal tanggal 21 Agustus 2009
Keterangan gambar:
Merah: Bulan tidak mungkin terlihat
Biru: Bulan mungkin dapat dilihat dengan alat bantu optik
Merah muda: Bulan dapat dilihat dengan mata telanjang
Hijau: Bulan dapat dilihat dengan mudah dengan mata telanjang
Penentuan awal bulan berdasarkan kriteria yang berbeda seringkali menunjukkan hasil yang berbeda pula. Untuk perhitungan dengan menggunakan Accurate Times di atas, kriteria yang digunakan adalah limit Danjon dimana Bulan hanya akan mampu dilihat jika sudah berada pada ketinggian minimal 6 derajat. Kriteria ini terpenuhi pada saat Matahari terbenam tanggal 21 Agustus di mana posisi Bulan berada pada ketinggian sekitar 12 derajat. Adapun untuk kriteria wujudul hilal yang menggunakan patokan bahwa Bulan berada di atas ufuk saat Matahari tenggelam setelah terjadi konjungsi jelas telah terpenuhi pada tanggal 21 Agustus.
Jika menggunakan kriteria yang telah disepakati oleh Menteri-menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) dalam penetapan awal bulan:
- Ketika terbenamnya matahari, ketinggian Bulan di atas horizon tidak kurang dari 2 derajat: tanggal 21 Agustus telah memenuhinya karena ketinggian Bulan pada saat itu telah mencapai 12 derajat.
- Jarak lengkung Bulan-Matahari (sudut elongasi) tidak kurang dari 3 derajat: tanggal 21 Agustus telah memenuhinya karena elongasinya saat itu telah mencapai 14 derajat.
- Ketika Bulan terbenam, umur Bulan tidak kurang dari 8 jam setelah konjungsi: tanggal 21 Agustus telah memenuhinya dikarenakan umur Bulan untuk keadaan itu telah mencapai lebih dari 24 jam.
Seluruh kriteria itu tidak terpenuhi untuk tanggal 20 Agustus karena saat Matahari tenggelam, ketinggian Bulan masih di bawah ufuk (-55 menit), elongasinya hanya 2 derajat, dan umur Bulan baru 52 menit. Seluruh kriteria tersebut menunjukkan dan menguatkan jatuhnya awal bulan Ramadhan pada tanggal 22 Agustus 2009.
Untuk referensi lain dapat dilihat pada situs Rukyatul Hilal Indonesia. Jadwal imsakiyah untuk berbagai wilayah di Indonesia juga dapat diunduh dari situs tersebut.
Selamat menunaikan puasa dan amal ibadah lainnya di bulan Ramadhan. Semoga Ramadhan kali ini lebih baik dari Ramadhan sebelumnya. Amiiin…
Senin, 17 Agustus 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar